Manusia Adalah Kholifah dan Sifat Teladanannya
DPDIMMJATIM - Arqam Madya merupakan salah satu ruang untuk saling menadaburkan segala urusan duniawi ini dengan kalamullah. Kelompok 3 tadarus makna DAMNAS PC IMM Lamongan ini dengan tema “Pemimpin Dan Sifat Keteladanannya”.
Dibuka oleh IMMawati Ina dengan pembacaan dan penjelasan surat Al-baqarah ayat 30, yang membahas terkait manusia diciptakan sebagai khalifah dimuka bumi ini dan yang memiliki akal bisa berfikir lebih baik mana yang baik dan buruk. Yang mana khalifa ini makhluk yang memikul amanah untuk mengelola, memajukan, dan menjaga kehidupan. Ayat ini menjadi dasar bahwa manusia bukan hanya beribadah secara ritual, tetapi memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun peradaban yang berkeadaban dan membawa kemaslahatan.
Begitupun yang ditanyakan malaikat: "Apakah Engkau hendak menjadikan disana orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah" ini menyangkut diciptakannya manusia, dan dipertegas oleh Allah bahwa Allah lebih mengetahui apa yang tidak diketahui oleh malaikat. Dan dilanjut oleh IMMawati Duwi yang membaca dan menjelaskan terkait surat Al-Ahzab ayat 21, Kandungan ayat tersebut menegaskan bahwasanya Rasulullah adalah suri tauladan bagi kita.
Kemudian, Immawati Jilan mengkorelasikan, bahwa Muhammadiyah melihat ayat ini sebagai dasar Islam Berkemajuan, yaitu memahami sunnah Nabi bukan sekadar secara tekstual, tetapi menangkap nilai-nilai utama seperti kejujuran, kerja keras, keadilan, musyawarah, dan kepedulian kepada sesama.
Immawan Riyan Juga memberikan contoh peristiwa kepimpinan pada zaman nabi, Dalam konteks perang Ahzab, Nabi menunjukkan sikap sabar, strategis, dan penuh keyakinan kepada Allah. Bagi Muhammadiyah, sikap ini menjadi pedoman bahwa umat Islam harus menghadapi tantangan dengan keberanian, perencanaan yang baik, dan akhlak yang luhur.
Kemudian, Immawan Dava menambahkan implementasi dari surat tersebut, bahwa ayat ini juga menjadi landasan gerakan Muhammadiyah dalam pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial sebagai wujud meneladani Nabi dalam memajukan kehidupan umat. Dengan menjadikan Nabi sebagai uswah hasanah, umat Islam diarahkan untuk menjadi pelopor kebaikan, pencerahan, dan kemajuan bagi masyarakat.
Immawan Hamdani memberikan closing statement, bahwa tidak luput bahwa kita sebagai seorang khalifah yang meneladani sifat rasul, harus menanamkan : shiddiq, amanah, fathonah dan tabligh dalam diri untuk membentuk karakter dan moral yang baik sebagai pemimpin, Pemimpin yang baik, pemimpin yang dapat menjadi suri tauladan dan tidak menjerumuskan, mari kita usahakan jiwa pemimpin yang menanamkan sifat wajib rasul dalam dirinya sebagai acuan berjalanya hidup.***
Penulis: Nashrum Minallah, Muhammad Dava Andhika, Ryan Naufal, Duwi Purnasari, Muhammad Al Hamdani, Jilan Bahiiroh Mumtaz (Peserta DAM Lamongan)
Editor: Tiffany Van Delize
