BREAKING NEWS

Rupiah Melemah: Bank Indonesia dan Negara Harus Menjamin Stabilitas Ekonomi di Tengah Tekanan Global

Sumber foto: Ramdhani Al Mubarok 

DPDIMMJATIM -  Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Timur (DPD IMM JATIM) menaruh perhatian serius terhadap menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat yang memberikan tekanan terhadap rupiah dan perekonomian nasional. Fenomena ini tidak dapat dipandang sebagai persoalan teknis pasar keuangan semata, melainkan sebagai masalah ekonomi yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ketika dolar menguat dan rupiah melemah, biaya impor bahan baku industri meningkat, harga kebutuhan pokok berpotensi mengalami kenaikan, biaya produksi membengkak, dan daya beli masyarakat semakin tergerus. Dalam situasi seperti ini, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling rentan menanggung beban ekonomi.

DPD IMM Jawa Timur menilai bahwa pelemahan rupiah harus menjadi alarm bagi pemerintah dan seluruh pemangku kebijakan ekonomi untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Ketergantungan yang tinggi terhadap barang impor, lemahnya daya saing sektor produksi dalam negeri, serta tingginya sensitivitas pasar terhadap dinamika ekonomi global menjadi tantangan yang harus segera direspons melalui kebijakan yang terukur dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Negara tidak boleh hanya menjadi penonton ketika gejolak nilai tukar mulai berdampak pada kenaikan harga barang dan menurunnya kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dalam konteks tersebut, Bank Indonesia memiliki tanggung jawab strategis sebagai otoritas moneter yang diberi mandat untuk menjaga stabilitas nilai rupiah. DPD IMM Jawa Timur memandang bahwa Bank Indonesia harus terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi melalui instrumen moneter yang dimiliki, menjaga kepercayaan pasar, mengendalikan volatilitas nilai tukar, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil mampu memberikan kepastian dan ketenangan bagi pelaku ekonomi. Stabilitas nilai rupiah bukan hanya penting bagi dunia usaha dan investasi, tetapi juga menjadi instrumen perlindungan bagi masyarakat luas dari ancaman inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Namun demikian, tanggung jawab menjaga stabilitas ekonomi nasional tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada Bank Indonesia. Pemerintah memiliki peran yang sama pentingnya dalam memperkuat fundamental ekonomi melalui kebijakan fiskal yang sehat, peningkatan produktivitas nasional, penguatan sektor industri dalam negeri, serta perluasan pasar ekspor yang mampu menghasilkan devisa secara berkelanjutan. Pemerintah juga harus memastikan bahwa setiap kebijakan ekonomi yang diambil mampu menciptakan rasa aman bagi investor sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak oleh gejolak ekonomi global.

DPD IMM Jawa Timur menegaskan bahwa penguatan dolar harus menjadi momentum evaluasi terhadap arah pembangunan ekonomi nasional. Ketahanan ekonomi tidak cukup dibangun melalui pertumbuhan angka statistik semata, melainkan harus diwujudkan melalui kemampuan negara dalam menjaga stabilitas harga, menciptakan lapangan pekerjaan, memperkuat produksi nasional, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kemandirian ekonomi harus menjadi agenda utama agar Indonesia tidak terus-menerus berada dalam posisi rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi global.

Sebagai organisasi kader dan gerakan intelektual, DPD IMM Jawa Timur mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Stabilitas rupiah merupakan kepentingan bersama yang harus dijaga melalui kebijakan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Negara harus hadir dengan solusi yang konkret, sementara Bank Indonesia harus menjalankan mandatnya secara independen dan profesional untuk memastikan bahwa gejolak nilai tukar tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas.

DPD IMM Jawa Timur meyakini bahwa stabilitas ekonomi bukan hanya persoalan teknokratis, melainkan juga persoalan keberpihakan terhadap kesejahteraan rakyat. Maka dari itu, negara harus hadir memberikan perlindungan terhadap masyarakat dari dampak gejolak ekonomi global, sementara Bank Indonesia harus menjalankan mandatnya secara profesional, independen, dan bertanggung jawab, agar masyarakat tidak menjadi korban dari ketidakpastian ekonomi global.

"Ketika rupiah melemah dan harga-harga berpotensi naik, maka yang dipertaruhkan bukan hanya indikator ekonomi, tetapi juga kesejahteraan rakyat. Karena itu negara dan Bank Indonesia harus mengambil langkah nyata untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional".***

Penulis: Ramdhani Al Mubarok (Sekib HPKP DPD IMM Jatim)

Editor: Tiffany's 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar