BREAKING NEWS

IMM di Persimpangan: Seruan Independensi Gerakan dan Kritik Terbuka atas Arah Kebijakan DPP IMM

Sumber foto: Yulianto D.mas G (PC IMM Jember) 

DPDIMMJATIM - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sejak awal kelahirannya dikenal sebagai gerakan yang membawa tiga mandat profetik: religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Ketiga nilai tersebut tidak sekadar menjadi slogan organisasi, tetapi menjadi fondasi moral yang membedakan IMM dari organisasi mahasiswa lainnya. Nilai-nilai ini pula yang menjadikan IMM berada pada posisi strategis sebagai gerakan moral (moral force) dalam dinamika kebangsaan.

Namun, , kami menilai bahwa Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menunjukkan kecenderungan gerakan yang menjauh dari karakter dasar tersebut. Aktivitas seremonial yang berlebihan dibanding kerja advokasi yang substantif menjadi salah satu indikator melemahnya orientasi kritis IMM di tingkat pusat. Tradisi keberpihakan terhadap kaum mustadh’afin yang selama ini menjadi ciri khas IMM tampak tidak menonjol dalam dinamika kebijakan dan sikap DPP IMM beberapa waktu terakhir.

Kami menemukan bahwa minimnya kontribusi DPP IMM dalam merespons isu kemanusiaan, pendampingan terhadap masyarakat kecil, dan sikap tegas terhadap ketidakadilan struktural, merupakan sinyal bahwa organisasi kehilangan vitalitas gerakan yang seharusnya hadir di tengah problem sosial yang semakin kompleks. IMM seharusnya menjadi pelopor gerakan pembela rakyat bukan sekadar menjadi peserta dalam acara-acara protokoler yang tidak membawa dampak nyata bagi masyarakat.

Fenomena ini diperkuat oleh meningkatnya kedekatan DPP IMM dengan struktur kekuasaan, yang tidak disertai transparansi publik mengenai agenda pertemuan, arah komunikasi politik, atau sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang berdampak luas pada rakyat. Kedekatan tersebut bukanlah masalah jika tetap dalam koridor kontrol kritis. Namun kedekatan tanpa keberanian menyuarakan kritik hanya akan menggeser IMM dari karakter historisnya sebagai kelompok intelektual yang independen dan berani.

IMM bukanlah gerakan yang didesain untuk menjadi ornamen kekuasaan. IMM adalah gerakan yang berakar pada nilai profetik: menyampaikan kebenaran walau pahit, menyuarakan keadilan meski menghadapi risiko, dan berpihak pada manusia yang tertindas. Ketika DPP IMM lebih sering tampil dalam agenda-agenda publik yang bersifat simbolik tanpa pernyataan tegas terhadap isu nasional, maka identitas profetik ini menjadi kabur. Gerakan berjejaring terhadap kekuasaan bukan hal yang harus betul betul di hilangkan, tapi alangkah anggunya apabila juga di imbangi dengan gerakan gerakan substansial dimana nahi mungkar terus digerakan

Kami menyebut kondisi ini sebagai persimpangan gerakan: antara kembali ke jalan independensi gerakan, atau semakin larut dalam relasi politik yang menggerus marwah organisasi. Persimpangan ini penting untuk ditandai, sebab sejarah IMM menunjukkan bahwa organisasi ini hanya akan hidup jika ia tetap kritis, independen, dan berani melakukan koreksi internal.

Sebagai bagian dari struktur yang bertanggung jawab menjaga marwah organisasi, kami, Pimpinan Cabang IMM Jember , memandang perlu menyampaikan sikap dan seruan korektif kepada DPP IMM sebagai berikut:

1. Mengembalikan Independensi Organisasi

IMM harus menghindari hubungan dengan elit politik yang tidak transparan dan tidak berbasis kepentingan umat. Setiap pertemuan dengan aktor kekuasaan harus memiliki tujuan jelas dan disampaikan secara terbuka kepada publik IMM.

2. Penyusunan Kode Etik Politik IMM

DPP IMM perlu menyusun Kode Etik Politik yang menjadi pedoman relasi organisasi dengan pejabat publik. Kode etik ini harus mencakup standar transparansi agenda, batasan komunikasi politik, dan mekanisme evaluasi terhadap tindakan pimpinan IMM di semua level.

3. Revitalisasi Tradisi Intelektual

IMM dikenal sebagai gerakan yang kuat dalam diskursus keilmuan. Oleh sebab itu, penting bagi DPP IMM untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual melalui penyusunan policy brief, kajian kritis berkala, dan pernyataan sikap ilmiah terhadap isu nasional seperti pendidikan mahal, pelemahan demokrasi, ekonomi rakyat, hingga kebebasan sipil.

4. Penguatan Advokasi Rakyat

Gerakan IMM di tingkat akar rumput masih aktif mengadvokasi rakyat melalui aksi sosial, pendampingan hukum, dan kerja-kerja komunitas. Namun energi advokasi ini harus diperkuat dan didukung oleh DPP IMM agar memiliki dampak nasional yang lebih luas. Isu-isu seperti kemiskinan struktural, kriminalisasi aktivis, konflik agraria, dan ketidakadilan kebijakan publik harus menjadi fokus utama organisasi.

5. Kemandirian Finansial Organisasi

Salah satu sumber ketergantungan terhadap kekuasaan adalah ketergantungan finansial. IMM harus membangun model kemandirian ekonomi organisasi agar tidak mudah tersandera oleh kepentingan eksternal yang dapat mengintervensi gerakan.

Kami menegaskan bahwa rilis ini bukanlah serangan personal terhadap individu pengurus DPP IMM, tetapi merupakan panggilan moral untuk menjaga IMM tetap berada pada jalan profetik yang telah diwariskan oleh Muhammadiyah. Melakukan koreksi bukanlah bentuk pembangkangan, tetapi bentuk cinta terhadap organisasi.

 IMM berdiri bukan untuk menjadi bagian dari struktur kekuasaan, tetapi untuk mengawasi kekuasaan. IMM tidak lahir untuk menjadi tamu kehormatan dalam acara pejabat, tetapi menjadi pengingat bahwa kekuasaan harus dikritisi demi kemaslahatan masyarakat.

Sejarah IMM mencatat bahwa gerakan yang hidup adalah gerakan yang berpihak pada rakyat dan berani melawan arus ketika arus tersebut menuju ketidakadilan. Kami mengajak seluruh kader IMM di seluruh Indonesia untuk kembali memperkuat identitas gerakan, memperdalam basis intelektual, dan menjaga suara independen IMM agar tidak tergadaikan oleh kepentingan sesaat.

“IMM berdiri untuk mencerahkan, bukan untuk melayani kekuasaan. Kami mengajak seluruh kader menjaga posisi moral IMM tetap tegak dan tidak tunduk pada tekanan politik mana pun".***


Penulis: Yulianto D.mas G (PC IMM Jember)

Editor:  Tiffany's 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar