Warga Kasiyan Timur Ancam Tutup Jalan Truk PT Imasco Asiatie Jika Parkir Liar Tidak Ditindak
![]() |
| Sumber foto: Iqbal Habibi (PC IMM Jember) |
DPDIMMJATIM - Surat bernomor 002/JSB/11/06/2026 itu, warga bahkan mengancam akan melakukan aksi penutupan jalan terhadap operasional truk PT Semen Imasco Asiatie jika keluhan tidak ditindaklanjuti dalam 3x24 jam.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup PC IMM Jember, Iqbal Habibi, menyoroti persoalan ini sebagai bukti lemahnya pengawasan terhadap pelanggaran lalu lintas kendaraan berat. Menurutnya, parkir sembarangan di bahu jalan tidak hanya melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan warga, terutama di sekitar sekolah, panti jompo, dan pemukiman.
"Kami mendukung tuntutan warga karena ini menyangkut keselamatan publik. Truk besar parkir di bahu jalan tanpa tindakan tegas dari Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Jember adalah bentuk kelalaian yang berulang," ujar Iqbal Habibi, Rabu (11/6/2026).
Dalam surat tersebut, masyarakat melampirkan bukti foto keberadaan pos parkir liar yang terindikasi dipungut oknum tidak resmi, serta truk-truk yang memarkirkan kendaraannya di tiga titik rawan: dari Bulog hingga pertingan Kasiyan, jembatan Pasar Reboan hingga pertingan Kasiyan, dan dari pintu keluar Imasco hingga pertingan Kasiyan.
Tuntutan warga mencakup pencabutan izin operasional sopir nakal, pemasangan rambu larangan parkir tegas, pembongkaran pos parkir ilegal, penyediaan kantong parkir khusus oleh PT Imasco Asiatie di luar desa, hingga patroli rutin aparat.
Jika tuntutan diabaikan, warga menyatakan siap menggelar aksi penutupan jalan secara mandiri. Tembusan surat dikirimkan kepada Bupati Jember, Dinas Perhubungan, Kapolsek Pager, Camat Pager, hingga pimpinan PT Semen Imasco Asiatie.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian dan PT Imasco Asiatie.
“Kami akan memantau secara independen. Jika dalam 3x24 jam tidak ada tindak lanjut nyata, IMM Jember bersama warga akan melakukan advokasi terbuka ke Bupati Jember dan Polda Jawa Timur. Kami siap menjadi jembatan antara warga dan aparat, tapi bukan sebagai tameng bagi pembiaran,” pungkas Iqbal.***
Penulis: Iqbal Habibi (Kabid LH PC IMM Jember)
Editor: Tiffany's
