Warga Kasiyan Timur Ancam Tutup Jalan Truk PT Imasco Asiatie Jika Parkir Liar Tidak Ditindak
![]() |
| Sumber foto: Iqbal Habibi (PC IMM Jember) |
DPDIMMJATIM - Menanggapi situasi yang terjadi di Warga Kasiyan Timur, yang mengancam akan menutup akses jalan bagi truk PT Imasco Asiatik apabila praktik parkir liar tidak segera ditindak oleh pihak berwenang, Iqbal Habibi selaku Ketua Bidang Lingkungan Hidup PC IMM Jember menyampaikan analisis kritisnya. Menurutnya, ancaman penutupan jalan oleh warga bukanlah bentuk eskalasi konflik horizontal semata, melainkan representasi akumulasi kegagalan sistemik dalam pengelolaan ruang publik dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan serta tata ruang.
Iqbal Habibi menegaskan bahwa parkir liar oleh kendaraan berat seperti truk industri tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga berdampak serius terhadap kerusakan infrastruktur jalan desa, peningkatan emisi karbon lokal, serta terganggunya aktivitas ekonomi dan sosial warga. Fenomena ini mencerminkan lemahnya fungsi pengawasan dan penegakan hukum dari pemerintah daerah terhadap aktivitas korporasi yang beroperasi di kawasan permukiman.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa dalam perspektif pengelolaan lingkungan hidup dan keadilan ekologis, keberadaan truk-truk yang parkir liar di pemukiman warga merupakan bentuk akumulasi risiko lingkungan yang tidak proporsional. Masyarakat Kasiyan Timur, lanjutnya, berada pada posisi rentan karena harus menanggung eksternalitas negatif dari aktivitas logistik korporasi tanpa mendapatkan manfaat yang sepadan. Oleh karena itu, tindakan warga yang mengancam akan menutup jalan harus dibaca sebagai sinyal protes sosial terhadap ketidakadilan spasial dan ketiadaan jaminan keselamatan lingkungan.
Sebagai bentuk rekomendasi, Iqbal Habibi mendorong Pemerintah Kabupaten Jember untuk segera melakukan mediasi struktural antara warga dan manajemen PT Imasco Asiatik. Langkah konkret yang harus diambil antara lain: (1) menyusun jadwal dan rute operasional truk yang tidak melintasi pemukiman padat, (2) menyediakan tempat parkir khusus yang jauh dari pemukiman warga, serta (3) membentuk tim pengawas partisipatif yang melibatkan perwakilan warga dan elemen mahasiswa seperti IMM Jember.
Iqbal juga mengingatkan bahwa ancaman penutupan jalan dapat dihindari jika pemerintah menunjukkan keberpihakan pada kepentingan publik dan keberlanjutan lingkungan daripada pada kemudahan operasional korporasi.
Pernyataan ini menegaskan posisi akademis dan aktivis Iqbal Habibi bahwa penyelesaian konflik tidak dapat dilakukan secara represif, melainkan melalui pendekatan tata kelola yang berkeadilan dan berbasis perlindungan hak-hak ekologis masyarakat.***
Penulis: Iqbal Habibi (Kabid LH PC IMM Jember)
Editor: Tiffany's
