Karhutla di Tempurejo Meluas, PC IMM Jember Soroti Kerentanan Ekologis dan Mitigasi Bencana
DPDIMMJATIM — Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo, Jember, menyita perhatian publik. Kepulan asap tebal yang terlihat sejak siang hari dilaporkan terus meluas hingga mendekati area pemukiman warga pada malam harinya.
Menanggapi insiden tersebut, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Jember melalui Ketua Bidang Lingkungan Hidup, Iqbal Habibi, menyampaikan sikap kritis terkait eskalasi kerentanan ekologis di kawasan tersebut.
Menurut Iqbal, fenomena kebakaran lahan yang kian mendekati kawasan pemukiman ini bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan cerminan dari lemahnya mitigasi struktural dan pengawasan tata kelola lingkungan di tingkat lokal.
"Kebakaran hutan di Tempurejo yang beresiko menerjang pemukiman penduduk mengindikasikan adanya krisis tata kelola lingkungan dan minimnya sistem peringatan dini (*early warning system*). Ketika api meluas hingga mengancam ruang hidup masyarakat, ada aspek ekologis dan keselamatan publik yang terabaikan," ujar Iqbal Habibi.
Iqbal menambahkan, kawasan Tempurejo memiliki posisi ekologis yang strategis. Kerusakan Vegetasi akibat kebakaran berpotensi memicu degradasi kualitas tanah, hilangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatkan risiko bencana susulan seperti erosi dan krisis air bersih.
Atas kondisi ini, PC IMM Jember mendesak pihak-pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret:
1. Penanganan Cepat dan Terpadu: Meminta BPBD, Damkar, dan pihak berwenang memprioritaskan pemadaman serta lokalisasi titik api agar tidak memapar permukiman warga.
2. Investigasi Penyebab Kebakaran: Mengusut tuntas penyebab munculnya titik api, baik akibat faktor iklim maupun potensi kelalaian/aktivitas manusia (*anthropogenic factor*).
3. Evaluasi dan Mitigasi Berkelanjutan: Mendorong pemerintah daerah dan pemangku kebijakan lingkungan untuk menyusun peta mitigasi bencana karhutla secara komprehensif, melibatkan masyarakat lokal berbasis edukasi ekologis.
"IMM Jember akan terus mengawal isu lingkungan ini. Keselamatan warga dan kelestarian ekosistem tidak boleh dikorbankan akibat kelalaian dalam penanganan bencana," tegasnya.***
Penulis: Iqbal Habibi (Ketua Bidang Lingkungan Hidup PC IMM Jember)
Editor: Tiffany's
