Aksi Nyata DPD IMM Jawa Timur Hadapi Bencana Alam, Bencana Ekologis, Hingga Bencana Tata Kelola Kebijakan
![]() |
| Sumber foto: DPD IMM Jatim dan Seribu Senyum |
DPDIMMJATIM - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tidak hanya hadir di ruang diskusi kampus. Melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Timur dan jaringannya di seluruh Indonesia, IMM memilih turun tangan ketika masyarakat menghadapi masalah dan bencana, baik bencana alam, bencana ekologis, maupun bencana tata kelola kebijakan publik.
Masalah yang dihadapi masyarakat tidak selalu berupa bencana alam. Dalam persoalan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero) beserta anak usahanya (seperti PT Pertamina Patra Niaga dan PT Kilang Pertamina Internasional) untuk periode 2018–2023 yang mengakibatkan banyaknya BBM oplosan dengan oktan rendah menurunkan kinerja mesin secara drastis, mengurangi efisiensi bahan bakar, dan menyebabkan kerusakan komponen mesin kendaraan masyarakat dalam jangka panjang.
Pada bulan februari 2025 DPD IMM Jawa Timur mengambil sikap dengan melakukan turun aksi demi meminta pertanggungjawaban dan penjelasan perusahaan yang bersangkutan tentang kasus yang terjadi, sebab hal ini menurut DPD IMM telah mencederai dan merugikan masyarakat yang menjadi konsumen setiap harinya.
Perihal lemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar yang mengancam stabilitas mata uang nasional, DPD IMM Jatim hadir dengan melakukan gerakan aksi turun ke jalan menyuarakan lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Aksi tersebut digelar di depan gedung Bank Indonesia perwakilan jawa timur Kota Surabaya pada bulan juni 2026 Adapun tuntutannya yakni memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter, mendorong reformasi kelembagaan BI, meminta seluruh pejabat BI meningkatkan kinerja dalam menjaga stabilitas rupiah, mendesak pencopotan Gubernur BI beserta jajarannya.
DPD IMM Jawa Timur tidak berhenti pada pernyataan sikap. IMM bergerak dalam tiga jalur sekaligus. Aksi kemanusiaan langsung, advokasi kebijakan, dan penguatan literasi kader agar persoalan yang terjadi di daerah tidak hanya viral sesaat, lalu dilupakan.
Solidaritas DPD IMM Jawa Timur bersama Yayasan Seribu Senyum membantu Korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, serta kebakaran Hutan dan lahan di pulau kalimantan, mulai dari kalimantan selatan, kalimantan tengah dan kalimantan barat total Ratusa Juta rupiah yang telah di salurkan ke Lokasi tersebut untuk meringanan beban para korban bencana, Sebagai bagian dari satu ikatan nasional, DPD IMM Jatim memandang solidaritas lintas daerah sebagai kewajiban moral kader Muhammadiyah.
DPD IMM Jawa Timur juga bersuara lantang terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Melalui Bidang Agraria, Ketua DPD IMM Jawa Timur Bidang Agraria, Abd. Fatah, menegaskan bahwa kalimantan tidak boleh terus menerus menjadi korban buruknya tata kelola hutan dan lahan.
DPD IMM Jatim menilai karhutla tidak boleh dipandang semata-mata sebagai persoalan teknis pemadaman api. Karhutla adalah persoalan agraria, ekologis, tata kelola sumber daya alam, keselamatan masyarakat, kesehatan publik, dan tanggung jawab negara.
Karena itu, DPD IMM Jawa Timur menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya pemerintah harus membuka data kerugian dan dampak karhutla secara berkala, sehingga publik dapat mengetahui perkembangan korban, luas kerusakan, dampak ekonomi, serta proses penegakan hukum. Negara tidak boleh hadir hanya ketika hutan sudah terbakar. Negara harus hadir sebelum kebakaran terjadi untuk mencegah, ketika kebakaran berlangsung untuk melindungi masyarakat dan menindak pelakunya.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi IMM Jatim, bencana ekologis harus diselesaikan dari akarnya, yaitu tata kelola lahan, perizinan, pengawasan korporasi, dan perlindungan ruang hidup masyarakat adat dan lokal.
Melakui Akademi Politik Daerah (Akpolda) 2026, DPD IMM Jawa Timur telah menyiapkan tiga luaran strategis: policy brief, pernyataan sikap menolak politik uang, dan buku kumpulan esai politik. Sebagai tindak lanjut, para peserta melakukan audiensi sekaligus menyerahkan policy brief kepada DPRD Provinsi Jawa Timur
Ada tiga isu utama yang diangkat dalam policy brief tersebut, yang pertama adalah pengelolaan minyak dan gas bumi serta ketimpangan kesejahteraan masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep. Ketua PC IMM Sumenep, M Ridho Ilahi Robbi, menyampaikan persoalan yang berkembang di daerah sebagai bahan evaluasi terhadap kebijakan dan tata kelola sektor energi. Masyarakat Sumenep yang hidup di tengah kekayaan migas justru masih kesulitan mengakses BBM.
Tata kelola pertambangan di Kabupaten Lumajang, Tuban, dan Ponorogo, termasuk transparansi perizinan, pengawasan tambang ilegal, serta dampak lingkungan dan harmonisasi pengawasan serta penguncian kebocoran MBLB.
Efektivitas kebijakan pendidikan inklusif di Jawa Timur, terutama pemerataan Guru Pembimbing Khusus (GPK), pengembangan karier tenaga pendamping, dan pemenuhan akomodasi yang layak bagi peserta didik, dengan persoalan pendidikan di Ponorogo, Mojokerto, dan Sidoarjo.
Dengan dukungan Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur, Devi Kurniawan. Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik mendorong agar ketiga luaran Akpolda 2026 dapat ditindaklanjuti, tidak berhenti sebagai dokumen.
Setelah itu Dari isu lokal misalnya migas di sumenep, tambang di tuban, Ponorogo, lumajang dan kemudian pendidikan di seluruh Jawa Timur, tidak pula juga isu isu nasional mulai dari gempa NTT, karhutla Kalimantan, hingga krisis BBM, pola gerakan DPD IMM Jawa Timur terlihat jelas, hadir di lapangan untuk kemanusiaan, hadir di ruang kebijakan untuk advokasi, dan hadir di ruang literasi untuk menyiapkan kader.
IMM Jatim tidak ingin menjadi organisasi yang hanya pandai mengkritik dari kejauhan. Melalui donasi dan sembako, IMM menunjukkan empati. Melalui policy brief dan audiensi ke DPRD Jatim, IMM menunjukkan bahwa kritik mahasiswa harus disertai data dan rekomendasi. IMM menyiapkan kader yang berintegritas untuk masa depan demokrasi Indonesia.
Di tengah berbagai masalah dan bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, DPD IMM Jawa Timur menegaskan satu pesan bahwa pemuda pemudi harus bergerak, Indonesia harus bersatu, dan mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi.***
Penulis: Tim DPD IMM Jawa Timur
Editor: Tiffany's
