BREAKING NEWS

DPD IMM Jawa Timur Lakukan Kunjungan Strategis ke PCLN IMM Malaysia

Sumber foto: DPD IMM Jawa Timur dan PCLN IMM Malaysia 

DPDIMMJATIM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur melakukan kunjungan strategis ke Pimpinan Cabang Luar Negeri (PCLN) IMM Malaysia, Kamis, 30 April 2026), di Kuala Lumpur. Pertemuan ini berlangsung di sela misi dagang Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Malaysia.

Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur, Devi Kurniawan, hadir sebagai delegasi dan memenuhi undangan PCLN IMM Malaysia untuk menjajaki kerja sama lintas negara. Dalam kegiatan ini DPD IMM bersama Cipayung Jawa Timur melakukan pertemuan dan diskusi yang membahas strategi dan program kerjasama terkait bidang ekonomi di ranah pertanian dan pertanian. 

Diskusi awal membahas penguatan investasi dan perdagangan yang diharapkan memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha maupun kader IMM di Malaysia. Kedua pihak mengulas peluang kolaborasi, termasuk distribusi produk unggulan Jawa Timur ke Malaysia serta pengembangan jaringan bisnis berbasis kader.

“Pertemuan ini kami harapkan berlanjut ke pengiriman produk Jawa Timur ke Malaysia, begitu juga sebaliknya, terutama untuk sektor pertanian dan peternakan,” kata Devi.

Peluang distribusi ekonomi dalam produk pertanian atau pertenakan merupakan sebuah inisiasi program yang bisa berkelanjutan baik dari IMM Jawa Timur dengan PCLN IMM Malaysia. 

Sumber foto: Devi Kurniawan Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur 

Selain ekonomi, pertemuan turut menyoroti bidang akademik dan aktivisme mahasiswa. Sekretaris Umum PCLN IMM Malaysia, Misbahul Munir, menegaskan bahwa silaturahmi ini menjadi ruang diplomasi intelektual lintas negara, tidak terbatas pada kerja sama bisnis.

Diskusi yang membahas bagaimana diaspora para aktivis dan kader-kader IMM baik di Luar Negeri dengan kondiai kader yang ada di tanah air terkait perbedaan isu dan masalah yang sedang dihadapi sebagai bentuk perjuangan aktivis IMM. 

Menurut Munir, keterlibatan PCIM Malaysia dan jaringan Cipayung Plus memperkaya dialog serta memperkuat sinergi antara diaspora dan kondisi di tanah air. Diskusi ini dinilai memperluas wawasan dan memperkuat modal sosial kader dalam menghadapi dinamika global sekaligus menjaga stabilitas demokrasi.

Munir menambahkan, pertemuan tersebut menegaskan peran mahasiswa sebagai kekuatan intelektual yang ikut mengawal arah pembangunan dan peradaban bangsa.***


Penulis: Tiffany's 

Editor: Tiffany's 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar